Senin, 21 Februari 2011 - 09:27:47 WIB
Kebudayaan Tari Golek Menak Dari Yogyakarta
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kebudayaan - Dibaca: 1513 kali

Tari Golek Menak merupakan salah satu jenis tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Penciptaan tari Golek Menak berawal dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukkan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Disebut juga Beksa Golek Menak, atau Beksan Menak. Mengandung arti menarikan wayang Golek Menak. Karena sangat mencintai budaya Wayang Orang maka Sri Sultan merencanakan ingin membuat suatu pagelaran yaitu menampilkan tarian wayang orang. Untuk melaksanakan ide itu Sultan pada tahun 1941 memanggil para pakar tari yang dipimpin oleh K.R.T. Purbaningrat, dibantu oleh K.R.T. Brongtodiningrat, Pangeran Suryobrongto, K.R.T. Madukusumo, K.R.T. Wiradipraja, K.R.T.Mertodipuro, RW Hendramardawa, RB Kuswaraga dan RW Larassumbaga. Proses penciptaan dan latihan untuk melaksanakan ide itu memakan waktu cukup lama. Pagelaran perdana dilaksanakan di Kraton pada tahun 1943 untuk memperingati hari ulang tahun sultan. Bentuknya masih belum sempurna, karena tata busana masih dalam bentuk gladi resik. Hasil pertama dari ciptaan sultan tersebut mampu menampilkan tipe tiga karakter yaitu :
  • tipe karakter puteri untuk Dewi Sudarawerti dan Dewi Sirtupelaeli,
  • tipe karakter putra halus untuk Raden Maktal,
  • tipe karakter gagah untuk Prabu Dirgamaruta
  • Tiga tipe karakter tersebut ditampilkan dalam bentuk dua beksan, yaitu perang antara Dewi Sudarawerti melawan Dewi Sirtupelaeli, serta perang antara Prabu Dirgamaruta melawan Raden Maktal. Melalui pertemuan-pertemuan, dialog dan sarasehan antara sultan dengan para seniman dan seniwati, maka sultan Hamengku Buwana IX membentuk suatu tim penyempurna tari Golek Menak gaya Yogyakarta. Tim tersebut terdiri dari enam lembaga, yaitu : Siswo Among Beksa, Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja, Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI), Mardawa Budaya, Paguyuban Surya Kencana dan Institut Seni Indonesia (ISI). Keenam lembaga ini setelah menyatakan kesanggupannya untuk menyempurnakan tari Golek Menak (1 Juni 1988), kemudian menyelenggarakan lokakarya dimasing-masing lembaga, dengan menampilkan hasil garapannya. Giliran pertama jatuh pada siswa Among Beksa pada tanggal 2 Juli 1988. Lokakarya yang diselenggarakan oleh siwa Among Beksa pimpinan RM Dinusatama diawali dengan pagelaran fragmen lakon kelaswara, dengan menampilkan 12 tipe karakter, yaitu :
    1. Alus impur (tokoh Maktal, Ruslan dan Jayakusuma),
    2. Alus impur (tokoh Jayengrana),
    3. Alur kalang kinantang (Perganji),
    4. Gagah kalang kinantang (Kewusnendar, Tamtanus, Kelangjajali, Nursewan dan Gajah Biher),
    5. Gagah kambeng (Lamdahur),
    6. Gagah bapang (tokoh Umarmaya),
    7. Gagah bapang (Umarmadi dan Bestak),
    8. Raseksa (Jamum),
    9. Puteri (Adaninggar seorang Puteri Cina),
    10. Puteri impur (Sudarawerti dan Sirtupelaeli),
    11. Puteri kinantang (Ambarsirat, Tasik Wulan Manik lungit, dan kelas wara),
    12. Raseksi (mardawa dan Mardawi).


    7 Komentar :

    Ibcbet
    28 Februari 2012 - 09:51:42 WIB

    Harus di lestarikan...
    agen bola
    13 Maret 2012 - 17:46:24 WIB

    jangan sampai punah...
    agen bola
    13 Maret 2012 - 18:13:45 WIB

    harus kita jaga bersama....
    cara memakai jilbab
    13 Maret 2012 - 19:06:32 WIB

    Websitenya sangat menarik...
    foredi gel
    13 Maret 2012 - 20:24:14 WIB

    Ayo semangat untuk menjaganya...
    puisi cinta remaja
    13 Maret 2012 - 20:47:51 WIB

    Yuk kita jaga bersama..
    Ki Joko Set Arema
    30 April 2012 - 12:51:43 WIB

    sangat setuju,aqu kembangkan di rri malang,mhon bimbingan dan literatur cerita minak,nuwun

    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)